
Sukoharjonews.com – Belek adalah kotoran mata yang biasanya muncul saat bangun tidur, terbentuk dari kumpulan air mata, lendir, minyak, dan debu di sudut mata. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk bayi dan anak-anak.
Pada bayi, belek muncul akibat terlambatnya perkembangan dan pembukaan saluran air mata bayi. Kondisi ini membuat air mata yang seharusnya mengalir ke permukaan mata tertahan di sudut mata, menyebabkan terbentuknya kotoran di mata bayi. Tidak perlu khawatir, karena belek dapat sembuh dengan sendirinya. Dikutip dari Jovee, pada Jumat (3/11/2023), berikut penyebab mata belekan pada bayi:
1. Konjungtivitis bakteri
Konjungtivitis adalah infeksi akibat bakteri pada mata. Gejala utama konjungtivitis adalah kelopak mata yang menempel dan mengeluarkan cairan (nanah) saat tidur. Konjungtivitis bisa mengenai satu atau kedua mata bayi. Jika mata bayi belekan dan bengkak, bisa jadi ia terkena penyakit ini.
Konjungtivitis bakterinya akibat Neisseria gonorrhoeae, tapi prevalensinya sudah menurun menjadi 1% karna penularannya itu melalui jalan lahir, jadi ibu yg positif gonnorrhoeae tidak boleh melahirkan secara normal atau pervaginam. Gejalanya mata merah, kotoran mata kuning kehijauan, lengket, bisa mengenai satu atau kedua mata.
2. Saluran air mata tersumbat
Saluran air mata tersumbat adalah kondisi bawaan dari lahir dapat menyebabkan mata bayi belekan dan merah. Faktanya, kondisi ini dialami oleh 10% bayi baru lahir di seluruh dunia. Gejala utamanya adalah mata bayi berair terus-menerus. Air mata bahkan mengalir sampai ke wajah, sekalipun bayi tidak menangis.
Jika bayi mengalami saluran air mata tersumbat, biasanya matanya tidak memerah dan kelopak matanya tidak membengkak. Apabila dibiarkan, mata bayi yang basah bisa terkena infeksi sekunder. Hal ini bisa menyebabkan kelopak mata bengkak dan mengeluarkan nanah.
3. Terdapat benda asing di mata
Partikel kecil, seperti pasir, tanah, debu, hingga serbuk gergaji, dapat tertiup dan masuk ke mata bayi. Benda kecil ini mungkin bahkan tidak terlihat secara kasat mata, tetapi bisa tersangkut di bawah kelopak mata bagian atas. Jika tidak segera dibersihkan, maka mata bayi belekan dan mengeluarkan cairan berupa nanah.
Petunjuk utama bila mata bayi kemasukan benda asing adalah infeksi mata yang tidak dapat diobati dengan obat tetes mata biasa. Mungkin bayi membutuhkan obat tetes mata yang mengandung antibiotik untuk membantu mengatasi infeksi.
4. Konjungtivitis virus
Beberapa jenis virus dapat menyebabkan mata bayi belekan dan merah. Tak jarang, mata bayi belekan dan bengkak, serta berair. Konjungtivitis virus membuat mata bayi belekan dan merah pada bagian putih mata (sclera). Biasanya konjungtivitis virus mempengaruhi kedua sisi mata.
5. Iritasi mata
Bayi yang mengalami iritasi mata biasanya pada bagian matanya mengeluarkan lendir berwarna krem. Iritasi mata pada bayi seringkali disebabkan karena virus yang masuk ke mata akibat kotoran yang masuk ke mata dari tangan yang tidak bersih. Kondisi ini tidak memerlukan perawatan khusus dan bisa diatasi dengan menyeka mata dengan air hangat.
6. Selulitis kelopak mata
Selulitis kelopak mata adalah infeksi mendalam pada kelopak mata dan jaringan di sekitarnya. Gejala utamanya adalah mata bayi belekan dan merah, bengkak, dan bayi kesakitan. Mata bisa sulit tertutup karenanya.
Selulitis kelopak mata biasanya hanya terjadi pada satu sisi. Kondisi ini bisa disebabkan karena konjungtivitis bakteri sehingga infeksi mata menyebar ke dalam. Lebih umum, kondisi ini disebabkan oleh infeksi sinus etmoid. Jenis ini terjadi tanpa menimbulkan nanah pada mata bayi.
Hindari mengobati sakit mata yang diderita bayi dengan obat-obatan tanpa anjuran dan pengawasan dokter karena dikhawatirkan menimbulkan efek samping negatif untuk kesehatan anak.
Demikianlah beberapa penyebab mata bayi belekan yang penting diketahui orangtua. Semoga informasi ini bermanfaat.(cita septa)



Facebook Comments