Tak Berkategori  

Simak 3 Cara Berempati dan Peduli

banner 468x60
Cara berempati dan peduli. (Foto: freepik)

Sukoharjonews.com – Kesadaran pada seseorang , rasa peduli dan perhatian setiap orang berbeda-beda. Kadang sering kali kita melukai hati seseorang namun tidak sadar. Sering kali kit juga tidak peka terhadap lingkungan sekitar.


Dilansir dari BKibber-Ross, Selasa (30/5/2023), Sekedar memotivasi teman dengan kata-kata terdengar mudah untuk dilakukan. Tapi menyemangati dengan aksi dan empati tentu hal yang butuh usaha ekstra.

Cara paling efektif untuk berempati, kamu perlu mengenali e fase yang umumnya dirasakan oleh seseorang. Mulai dari denial sampai acceptance atau menerima diri, supaya kamu lebih gampang berempati. Misal kepada temanmu yang sedang sakit.

1. Denial atau Tahap Menyangkal
Saat temanmu divonis menderita suatu penyakit, tentu nggak mudah baginya untuk langsung menerima. Berbagai kemungkinan, mulai dari menyangkal kalau hasil pemeriksaan laboratoriumnya bisa saja salah atau nggak percaya kalau kondisi sulit itu memang menimpa dirinya.

Kondisi ini membuat pasien sering menganggap dirinya sebenarnya baik-baik aja. Tapi sebenarnya menyembunyikan kelelahan dan ketakutan emosional. Sebagai sahabat, kamu perlu lebih banyak menjadi pendengar dan hindari memberi nasihat, tapi berempati dengan siap menemani sahabatmu melalui tahap demi tahap.


2. Anger
Pada fase ini, pasien mulai belajar untuk menyesuaikan diri dengan kondisi sakitnya saat ini. Ia mulai mengakui bahwa ada penyakit di dalam dirinya, dan hal ini membuat berbagai emosi negatif bermunculan.

Marah dalam hal terluapkan karena kondisi berat yang harus ditanggung, tapi di sisi lain kemarahan yang berhasil diekspresikan sebenarnya bisa membuat pasien lebih nyaman dan terhubung dengan kenyataan saat ini.

Ketika sahabatmu mengekspresikan rasa marah, sebenarnya sangat wajar, daripada hanya dipendam. Tapi kamu dapat memastikan cara sahabatmu meluapkan kekesalannya dilakukan dengan cara yang tepat dan nggak destruktif.


3. Depression
Orang sering kali mengartikan depresi sebagai kondisi terburuk di mana orang nggak bisa melakukan apa-apa dan nggak berdaya. Bahkan bisa berujung pada bunuh diri atau menyakiti diri sendiri. Pada fase ini, sebagai pasien ada kesadaran tentang rasa sedih yang mendalam, bahkan sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Apalagi pasien sering membandingkan kondisi dirinya dengan orang lain yang masih bisa melakukan beberapa hal, sementara pasien terbatas dalam melakukan sesuatu.

Karena ada keterbatasan yang dimiliki, bisa-bisa sahabatmu cenderung memilih untuk menyendiri dengan kesulitan hidupnya. Beri tahu bahwa kamu siap menjadi pendengar yang baik.(patrisia argi)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *