Tak Berkategori  

Mengenal Enabler, Musuh Para Korban dan Penyintas Kekerasan Seksual

banner 468x60
Mengenal Enabler musuh korban kekerasan. (Foto: Freepik)

Sukoharjonews.com – Enabler adalah istilah yang digunakan untuk menyebut orang yang mengetahui adanya kasus kekerasan dan pelecehan seksual, tetapi memilih bungkam.


Dilansir dari Changemakr.asia, Sabtu (20/5/2023),keberadaan sosok enabler ini bisa membuat kasus kekerasan seksual menjadi semakin rumit dan sulit dihentikan.

Apa itu Enabler?
Dalam kasus pelecehan dan kekerasan seksual, ada pihak lain yang terlibat selain korban dan pelaku, yaitu seorang enabler.

Enabler adalah orang yang mengetahui suatu tindakan kekerasan atau pelecehan seksual, tetapi tidak melakukan tindakan apapun. Dilansir dari Changemakr.asia, enabler adalah orang-orang yang membiarkan terjadinya suatu peristiwa.


Istilah ini banyak merujuk pada kasus-kasus kekerasan seksual yang banyak dialami oleh perempuan.

Keberadaan seorang enabler ini sangat merugikan penyintas kekerasan seksual. Pasalnya, mereka memilih untuk bungkam dibandingkan harus menyampaikan fakta yang ada.

Akibatnya, kasus kekerasan seksual pun tidak dapat naik ke permukaan untuk diusut secara tuntas. Hal inilah yang menjadi penghambat penyintas kekerasan seksual memperoleh keadilan.

Jenis-Jenis Enabler dalam Kasus Kekerasan Seksual. Dalam kasus kekerasan seksual, terdapat dua jenis enabler yang bisa dijumpai. Adapun jenis-jenis dari enabler adalah sebagai berikut.


1. Enabler Aktif
Salah satu jenis enabler adalah orang yang aktif. Enabler aktif ini sangat merugikan pihak penyintas kekerasan seksual.

Pasalnya, enabler aktif cenderung mendukung dan melindungi pelaku dan memberikan berbagai alasan dan tameng, sehingga pola kekerasan seksual pun tidak akan terekspos.

2. Enabler Pasif
Jenis enabler berikutnya adalah sosok yang pasif. Berbeda dengan jenis pertama, enabler pasif memilih untuk diam dan tidak berkomentar apapun.

Enabler pasif cenderung menyikapi kasus kekerasan seksual sebagai peristiwa yang lumrah untuk terjadi. Hal ini juga bisa menghambat proses pemerolehan keadilan pada penyintas kekerasan seksual.


Cara Mencegah Diri Menjadi Enabler
Menurut ThecNewsWorld, enabler adalah perilaku yang merugikan bagi penyintas kekerasan seksual.

Oleh sebab itu, untuk menghindarinya, kamu perlu mengetahui cara mencegah diri menjadi enabler. Adapun beberapa cara mencegah diri menjadi enabler adalah sebagai berikut.

1. Meningkatkan Empati
Salah satu cara mencegah diri menjadi enabler adalah dengan meningkatkan rasa empati. Seseorang yang memiliki rasa empati tinggi akan lebih peduli terhadap orang lain.

Dengan begitu, ketika mengetahui kasus kekerasan seksual, kamu bisa melakukan tindakan untuk membantu korban atau penyintas.


2. Meningkatkan Kesadaran akan Maraknya Isu Kekerasan Seksual
Cara mencegah diri menjadi enabler berikutnya adalah dengan meningkatkan kesadaran bahwa isu kekerasan seksual di Indonesia sangat banyak. Hal tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan buruknya kasus kekerasan seksual masih rendah.

Oleh sebab itu, kamu perlu meningkatkan kesadaran ini untuk membantu korban dalam memperoleh keadilan.


3. Meningkatkan Kesadaran akan Dampak Kekerasan Seksual
Cara mencegah diri menjadi sosok enabler yang terakhir adalah dengan meningkatkan kesadaran akan dampak kekerasan seksual bagi korban.

Korban kekerasan seksual berpotensi untuk mengalami gangguan kesehatan mental hingga trauma yang berkepanjangan. Oleh sebab itu, untuk mencegah hal ini terjadi, kamu bisa lebih meningkatkan kesadaran akan dampak kekerasan seksual.

Nah, itulah sederet informasi mengenai enabler, jenis-jenisnya, dan cara mencegah diri menjadi seorang enabler.

Enabler adalah sosok yang merugikan bagi penyintas kekerasan seksual. Oleh sebab itu, kamu perlu lebih meningkatkan pemahaman mengenai isu-isu pelecehan dan kekerasan seksual.(patrisia argi)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *