Tak Berkategori  

Naik 2,33%, Begini Upaya Pemkab Wonogiri Atasi Kemiskinan Ekstrem

banner 468x60
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo ketika mendapat kunjungan Staf Khusus Presiden dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). (Foto: Humas Pemkab Wonogiri)

Sukoharjonews.com (Wonogiri) – Angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Wonogiri mengalami kenaikan 2,33% akibat dampak pandemi corona selama dua tahun. Dalam upaya menekan angka kemiskinan ekstrem tersebut, Pemkab Wonogiri akan melakukan intervensi melalui sejumlah program.


Sebelum membahas program penanganan, Pemkab harus memastikan data kemiskinan di Wonogiri terverifikasi terlebih dulu,” ungkap Bupati Wonogiri, Joko Sutopo dikutip dari laman Humas Pemkab Wonigiri, Sabtu (25/6/2022).

Bupati mengatakan, program tersebut akan diusulkan kepada kementerian atau lembaga terkait. Jadi, tak hanya data yang disodorkan, tapi juga improvisasi program. Bupati mengusulkan kepada pemerintah pusat supaya ke depan ada komparasi data dan diharapkan daerah memiliki otoritas untuk melakukan validasi data.

Menurut Jekek-sapaan akrab Bupati Wonogiri-masyarakat perlu memahami maksud kemiskinan ekstrem, yakni ketika penghasilannya tak sampai Rp360 ribu per bulan atau Rp12 ribu per hari. Kemiskinan ektrem ada di semua daerah, sedangkan Wonogiri tak masuk daerah miskin ektrem di Jawa Tengah karena ada ambang batas tertentu.

Jekek tak memungkiri peningkatan angka kemiskinan ekstrem mencapai 2,33% dalam setahun merupakan imbas pandemi corona. Namun di sisi lain, keberadaan kaum boro atau perantau di Kabupaten Wonogiri yang mencapai 38% juga perlu dihitung sebagai aktivitas ekonomi.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Wonigiri beberapa waktu lalu, Staf Khusus Presiden dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Arif Budimanta membahas percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Dalam kesempatan itu, Arif mengaku percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022. Menurutnya, Bupati Wonogiri Joko Sutopo memiliki semangat yang sama dengan Presiden Joko Widodo bahwa percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem adalah salah satu prioritas dan segera dirampungkan pada 2024.

“Program-program yang sudah dan akan dilakukan banyak diperbincangkan. Itu menyangkut tiga hal,” jelasnya.

Tiga hal yang dimaksid Arif yakni, pertama, mengurangi beban pengeluaran kelompok miskin ekstrem melalui program perlindungan sosial. Kedua, meningkatkan pendapatan dari rumah tangga yang tergolong kelompok miskin ekstrem. Dengan begitu, mereka bisa keluar dari lingkaran kemiskinan dan dapat hidup layak. Ketiga, pengembangan atau perbaikan infrastruktur di wilayah kantong kemiskinan. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *