
Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Hujan deras dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan debit air Sungai Bengawan Solo naik. Bahkan, saat ini kondisi air sungai tersebut sudah penuh sehingga anak sungainya otomatis juga ikut penuh. Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo menetapkan status siaga.
“Status siaga ini akan berlangsung hingga 30 April 2022 mendatang. Dengan status ini semua petugas terkait siaga ketika terjadi bencana,” terang Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Sri Maryanto, Kamis (18/11/2021).
Dikatakan Sri Maryanto, ancaman bencana terbesar masih banjir karena Sukoharjo dilintasi Sungai Bengawan Solo. Terlebih lagi, saat ini sungai tersebut sudah penuh dengan air karena hujan deras dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat air di anak sungai juga ikut penuh karena air tidak bisa masuk ke Sungai Bengawan Solo.
“Ketika air Bengawan Solo penuh, otomatis air dari anak sungai juga tidak masuk sehingga kemungkinan meluap sangat besar, itulah yang harus diwaspadai masyarakat yang tinggal dikawasan bentaran sungai,” terang Sri Maryanto.
Sejumlah wilayah di Kabupaten Sukoharjo yang rawan bencana banjir antara lain wilayah Kecamatan Grogol, Mojolaban, Polokarto, dan sebagian wilayah di Kecamatan Sukoharjo. BPBD meminta masyarakat juga ikut waspada dengan antisipasi dini. Salah satunya dengan membersihkan saluran yang mampet serta selalu koordinasi dengan petugas setiap kali ada peristiwa bencana.
Terkait dengan keberadaan relawan di desa yang rawan bencana, Maryanto mengatakan saat ini sudah ada di empat wilayah, utamanya wilayah dengan ancaman banjir. Untuk Kecamatan Grogol ada tiga, Kecamatan Mojolaban tiga, Kecamatan Polokarto tiga, dan Kecamatan Baki satu. (erlano putra)



Facebook Comments