
Sukoharjonews.com – Tinggalkan penggunaan sheet mask sekali pakai dan beralihlah ke masker wajah buatan sendiri yang mudah dan efisien sebagai langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan.
Dilansir dari Healthshots, Sabtu (29/8/2026), dalam upaya menjaga lingkungan, setiap tindakan kecil memiliki arti penting. Industri kecantikan merupakan salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat dan melibatkan penggunaan beragam produk, yang banyak di antaranya dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Tanpa disadari, kita sering menghasilkan banyak limbah melalui penggunaan produk sekali pakai seperti sheet mask—tren kecantikan populer yang sayangnya menyumbang jumlah sampah yang signifikan.
Mengapa masker wajah buatan sendiri lebih ramah lingkungan?
Masker wajah buatan sendiri memiliki berbagai manfaat bagi lingkungan dibandingkan produk sekali pakai yang dijual di toko, sebagaimana dijelaskan oleh dokter spesialis kulit Dr. DM Mahajan.
1. Mengurangi limbah
Sheet mask sekali pakai sering kali mengandung plastik atau bahan sintetis yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. Membuat masker wajah sendiri dapat menghilangkan limbah jenis ini sepenuhnya.
2. Mengurangi penggunaan kemasan
Sheet mask produksi komersial biasanya dilengkapi dengan kotak, pembungkus plastik, dan kemasan lain yang menambah jumlah limbah secara keseluruhan. Masker buatan sendiri menggunakan bahan-bahan yang mungkin sudah tersedia di dapur Anda, sehingga tidak memerlukan kemasan yang boros.
3. Bahan-bahan yang ramah lingkungan
Banyak resep masker buatan sendiri menggunakan bahan alami seperti buah-buahan, sayuran, madu, dan yoghurt. Bahan-bahan ini dapat terurai secara alami (biodegradable) dan tidak mencemari lingkungan setelah digunakan.
4. Hemat biaya
Sebagian besar bahan untuk masker buatan sendiri mudah ditemukan di dapur dan harganya jauh lebih murah dibandingkan masker wajah komersial, sehingga lebih hemat di kantong sekaligus aman bagi bumi.
5 masker wajah buatan sendiri yang ramah lingkungan, mudah, dan efektif
Berikut adalah beberapa masker wajah buatan sendiri yang ramah lingkungan dan terbaik untuk mendapatkan kulit bercahaya, sebagaimana disarankan oleh para ahli.
1. Masker madu dan lemon
Madu adalah salah satu bahan alami paling efektif untuk menghidrasi kulit. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam “Pharmacognosy Research”, madu memiliki sifat antibakteri, antiinflamasi, apoptosis, dan antioksidan yang dapat membantu menjaga kulit tetap bersih dari jerawat dan peradangan. Di sisi lain, lemon mengandung vitamin C yang membuat kulit tampak bercahaya.
Bahan-bahan:
– 1 sendok makan madu
– Beberapa tetes air perasan lemon
Cara penggunaan:
– Campurkan satu sendok makan madu dengan beberapa tetes air perasan lemon.
– Oleskan masker secara merata pada wajah.
– Diamkan masker selama 5-6 menit.
– Bilas masker secara perlahan menggunakan air hangat kuku.
2. Masker alpukat dan oatmeal
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam “Journal of Cosmetology and Dermatology”, konsumsi alpukat dapat meningkatkan elastisitas dan kekencangan kulit wajah. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan bahwa penggunaan alpukat sebagai masker wajah dapat menutrisi kulit dan memberikan kilau alami. Di sisi lain, oatmeal memberikan efek menenangkan dan melakukan eksfoliasi secara lembut.
Bahan-bahan:
– 1 buah alpukat
– 1 sendok makan oatmeal
Cara pembuatan:
– Haluskan setengah bagian alpukat dan campurkan dengan satu sendok makan oatmeal.
– Oleskan masker pada wajah.
– Biarkan masker menempel selama 6-7 menit.
– Bilas masker secara perlahan dengan air.
3. Masker yoghurt dan kunyit
Yoghurt mengandung asam laktat yang dapat membantu membersihkan, melakukan eksfoliasi, dan mempercepat pergantian sel kulit. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam “Journal of Chemical and Pharmaceutical Research” menemukan bahwa asam laktat tidak menyebabkan iritasi kulit saat mengangkat sel kulit mati. “Kunyit mengandung kurkumin, zat dengan efek anti-inflamasi dan antioksidan kuat yang membantu mengurangi peradangan serta menangkal radikal bebas, sekaligus membuat kulit tampak bercahaya,” ujar sang ahli.
Bahan-bahan:
– 1 sendok makan yoghurt
– Sejumput bubuk kunyit
Cara pembuatan:
– Campurkan satu sendok makan yoghurt dengan sejumput bubuk kunyit.
– Oleskan masker ke wajah menggunakan kuas.
– Tunggu selama 5-7 menit hingga masker meresap ke dalam kulit.
– Bersihkan masker dengan air hangat kuku.
4. Masker pisang dan madu
Pisang kaya akan vitamin yang membantu memberikan kelembapan dan nutrisi yang cukup bagi kulit. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikannya. Madu, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, memberikan hidrasi dan melawan bakteri.
Bahan-bahan:
– 1 buah pisang
– 1 sendok makan madu
Cara pembuatan:
– Haluskan pisang dan campurkan dengan satu sendok makan madu.
– Oleskan masker pada wajah.
– Biarkan masker menempel di wajah selama 6-7 menit.
– Bilas masker dengan air.
5. Masker mentimun dan lidah buaya
Mentimun memberikan efek sejuk dan menenangkan pada kulit yang teriritasi, sementara lidah buaya melembapkan dan memulihkan kondisi kulit untuk menghasilkan kulit yang indah dan bercahaya. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan klaim ini.
Bahan-bahan:
– 1 buah mentimun
– 1 sendok makan gel lidah buaya Cara pembuatan:
– Haluskan setengah buah mentimun bersama satu sendok makan gel lidah buaya.
– Oleskan masker ke wajah secara perlahan.
– Diamkan masker selama 5-6 menit.
– Bilas masker dengan air.
Apa saja efek samping masker wajah buatan sendiri?
Berikut adalah beberapa potensi efek samping masker wajah buatan sendiri menurut para ahli.
1. Dapat memicu reaksi alergi
Bahan-bahan alami tetap bisa menyebabkan reaksi alergi. Alergen yang umum ditemui antara lain madu, buah sitrus, dan kacang-kacangan. Selalu lakukan uji tempel (patch test) sebelum menggunakan masker baru.
2. Dapat mengiritasi kulit
Beberapa bahan dapat menyebabkan iritasi, terutama jika Anda memiliki kulit sensitif. Bahan-bahan seperti air perasan lemon dan kunyit bisa bersifat keras serta menyebabkan kemerahan atau rasa perih. Oleh karena itu, sebaiknya hindari bahan-bahan tersebut.
3. Meningkatkan risiko infeksi
Jika masker diaplikasikan pada kulit yang terluka atau jika peralatan yang digunakan tidak bersih, risiko infeksi bakteri dapat meningkat. Pastikan semua peralatan dan bahan dalam keadaan bersih.
4. Mengganggu keseimbangan pH kulit
Beberapa bahan dapat mengganggu keseimbangan pH alami kulit, yang berujung pada kulit kering atau produksi minyak berlebih. Sebagai contoh, bahan yang terlalu asam seperti lemon dapat mengganggu lapisan pelindung asam kulit atau acid mantle (lapisan tipis, halus, dan sedikit asam yang menutupi seluruh permukaan kulit manusia).
5. Fotosensitivitas
Bahan-bahan seperti air perasan lemon dapat meningkatkan fotosensitivitas, sehingga kulit lebih rentan mengalami kulit terbakar sinar matahari (sunburn). Penting untuk menggunakan tabir surya setelah menggunakan masker semacam itu.
6. Kulit menjadi terlalu kering atau berminyak
Penggunaan masker yang terlalu sering atau penggunaan bahan yang tidak sesuai dengan jenis kulit Anda dapat menyebabkan kulit menjadi terlalu kering atau terlalu berminyak. Keseimbangan adalah kunci dalam rutinitas perawatan kulit.
Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional sebelum memasukkan masker wajah buatan sendiri ini ke dalam rutinitas perawatan kulit Anda. Selalu lakukan uji tempel (patch test) sebelum mengaplikasikan masker ke wajah Anda. (nano)














Facebook Comments