Simak di Sini, Berikut Ini Penjelasan Boleh Tidaknya Mengikuti Pengajian Bersama Pacar

banner 468x60
Ilustrasi.

Sukoharjonews.com – Trend pergi ke majlisan (mengunjungi pengajian) dikalangan generasi muda Indonesia hari ini kian banyak peminatnya. Dari mulai majlis shalawat, pengajian umum dan lain lain. Apalagi dengan munculnya pendakwah muda Gus Iqdam dengan majlis pengajiannya Sabilut Taubah. Akan tetapi, yang sangat disayangkan adalah maraknya terjadi fenomena muda-mudi yang datang ke majelis (pengajian) bareng dengan sang pacar. Lantas apakah boleh mengikuti pengajian bersama pacar?

Dilansir dari Bincang Syariah, Kamis (23/7/2026), dalam literatur fikih ditemukan beberapa keterangan bahwa melakukan hubungan pendekatan, ngobrol, pergi bareng dan berduaan dengan lawan jenis hukumnya adalah haram. hal ini sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah Saw sebagai berikut:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِي اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلاَّ وَمَعَهَا مَحْرَمٌ

Artinya: “Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw berkhutbah, ia berkata: Jangan sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan kecuali beserta ada mahramnya, dan janganlah seorang perempuan melakukan musafir kecuali beserta ada mahramnya.” (HR Al-Bukhari).

Larangan berkhalwat dengan lawan jenis ini, tentunya untuk menjaga mereka berdua dari godaan setan yang dapat menjerumuskan kepada tindakan yang dilarang keras oleh agama islam seperti zina. Sebagaimana firman Allah swt sebagai berikut:

وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً

Artinya;“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (QS Al-Isra: 32).

Keharaman berkhalwat tersebut juga berlaku kepada orang tua kedua pasangan. Mereka harus melarang anaknya untuk pergi untuk bergaul dengan pacarnya, berduaan tanpa pengawasan, dan melakukan perbuatan lain yang dapat menyebabkan fitnah dan hal hal yang tidak diinginkan. Sebagaimana telah dijelaskan oleh Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh al-Sunnah berikut,

درج كثير من الناس على التهاون في هذا الشأن فأباح لابنته أو قريبته أن تخالط خطيبها وتخلو معه دون رقابة وتذهب معه حيث يريد من غير اشراف. قد نتج عن ذلك تعرضت المرأة لضياع شرفها وفساد عفافها واهدار كراماتها.

Artinya :“Lambat laun, banyak orang mengentengkan persoalan ini, sehingga mereka membolehkan putrinya, keluarganya untuk berbaur dengan tunangannya dan berduaan tanpa pengawasan, dan bebas keluyuran kemana saja tanpa arahan. Ini menyebabkan perempuan kehilangan kemuliaan, rusak akhlaknya, dan hancur kehormatannya.”

Dengan demikian pergi mengikuti majelisan bareng pacar dalam Islam sangatlah dilarang dan hukumnya haram. kecuali jika ditemani oleh mahram si perempuan, agar ada yang mengawasi dan mereka berdua tidak terjerumus untuk melakukan hal-hal yang diharamkan.

Demikian, penjelasan perihal apakah boleh mengikuti pengajian bersama pacar? Semoga bermanfaat Wallahu a’lam bissawab. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *