
Sukoharjonews.com — Banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Purbalingga ada 23 Januari 2026. Bencana tersebut berdampak pada empat desa di dua kecamatan, meliputu Desa Sangkanayu dan Desa Lambur di Kecamatan Mrebet, kemudian Desa Kutabawa dan Desa Serang di Kecamatan Karangreja.
Terkait bencana tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi telah meninjau beberapa titik terdampak. Mulai dari Posko Balai Desa Serang, sekaligus melakukan rapat percepatan penanganan bencana dengan seluruh stakeholder.
Gubernur berdialog dengan warga, serta menghibur dan bercanda dengan anak-anak. Luthfi juga meninjau lokasi bencana banjir dan longsor di Dusun Gunungmalang, dilanjutkan mengecek lokasi bencana Dusun Kaliurip. Selanjutnya meninjau dapur umum yang didirikan oleh Brimob.
Luthfi mengatakan, sejak ditetapkan status tanggap darurat bencana, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Provinsi Jawa Tengah sudah melakukan upaya-upaya penanganan di lokasi bencana tersebut.
“Kami ingin pastikan semua kebutuhan masyarakat paripurna,” tuturnya, dikutip dari laman Pemprov Jateng, Minggu (1/2/2026).
Dia membeberkan, ada ratusan rumah yang akan dilakukan relokasi. Lokasi huntara (hunian sementara) dan huntap (hunian tetap) saat ini, sedang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Pembangunan akan dilakukan bersama Pemprov Jateng dan Kementerian terkait.
“Ini tidak gampang, jadi perlu ada sosialisasi dan pendekatan. Mengatasi bencana tidak hanya masyarakat dikasih bantuan dapur umum, tapi paling penting adalah ke depan masyarakat itu kembali bangkit,” paparnya.
Terkait jembatan yang putus dan menutup akses ke beberapa wilayah, Luthfi sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti TNI dan Polri. Pihaknya siap pengerahan jembatan sementara, sampai menyiapkan program perbaikan dan pembangunan jembatan.
“Kita prioritaskan jembatan yang menyambungkan wilayah ekonomi dan hajat hidup orang banyak,” tambahnya. (nano)















Facebook Comments