Kembali Dibuka, Jangan Lewatkan Momen Tak Terlupakan Matahari Terbit di “Borobudur Sunrise”

banner 468x60
InJourney Destination Management kembali membuka program Borobudur Sunrise, naik struktur candi untuk menyaksikan matahari terbit. (Foto: Dok. InJourney Destination Management)

Sukoharjonews.com (Jakarta) — Pecinta wisata budaya dan alam pastilah tidak akan melewarkan kesempatan ini. Ya, InJourney Destination Management melalui anak usahanya, PT Taman Wisata Borobudur (PT TWB) resmi membuka kembali akses kunjungan Borobudur Sunrise dan naik struktur Candi Borobudur setiap hari bagi wisatawan umum maupun pelajar.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan pengalaman wisata berbasis warisan budaya yang berkelanjutan dan inklusif, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat sekitar melalui pariwisata berkualitas.

Reaktivasi program Borobudur Sunrise dan kunjungan naik candi ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, antara lain Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan RI, Pemerintah Kabupaten Magelang, ASITA, serta pelaku wisata lokal. Sinergi ini memastikan bahwa setiap kebijakan pengelolaan tetap sejalan dengan regulasi, prinsip pelestarian, dan etika pariwisata berkelanjutan.

Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, mengungkapkan bahwa pembukaan akses harian ini merupakan respons terhadap tingginya antusiasme wisatawan global.

Program yang saat ini masih dalam tahap uji coba tersebut akan terus dievaluasi secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak untuk menjaga kualitas pengalaman dan kelestarian situs warisan dunia.

“Kami ingin memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk merasakan pengalaman yang lebih bermakna melalui program Borobudur Sunrise serta kunjungan naik struktur candi.

“Selain menjadi daya tarik utama, hal ini juga memperkuat misi pelestarian melalui pendekatan yang lebih akrab dan substantif serta diharapkan bisa memberikan multiplier effect bagi pelaku UMKM dan pegiat wisata di kawasan,” papar Febrina, dikutip dari laman KabarBUMN, Rabu (22/10/2025).

Sebelumnya, kunjungan naik Candi Borobudur hanya dijadwalkan Selasa–Minggu untuk wisatawan umum dan Senin khusus bagi pelajar. Kini, kebijakan baru memungkinkan kunjungan dilakukan setiap hari, membuka peluang lebih besar bagi pelajar dan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Reaktivasi Borobudur Sunrise menjadi langkah konkret dalam menggabungkan aspek pelestarian dan pengembangan pariwisata komprehensif. Pengelola akan melakukan pengukuran dampak fisik, persepsi pengunjung, serta umpan balik publik sebelum jadwal permanen ditetapkan.

Semua keputusan diambil berbasis data dan prinsip konservasi, termasuk dalam hal penentuan harga tiket yang juga berfungsi sebagai mekanisme kontrol agar pengalaman wisata tetap eksklusif dan berkelanjutan.

“Aktivitas menikmati momen menunggu matahari terbit yang terhenti sejak tahun 2020 ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam menghadirkan kembali salah satu ikon wisata unggulan yang dinanti wisatawan dengan pendekatan yang lebih terkurasi, terbatas, dan istimewa, berbasis pada prinsip pelestarian warisan budaya yang tetap terjaga,” lanjut Febrina.

Program Borobudur Sunrise menawarkan pengalaman luar biasa: menyaksikan matahari terbit di ufuk timur dengan semburat jingga yang memantul di antara siluet Gunung Merapi dan Merbabu dari puncak Candi Borobudur. Momen ini menjadi pengalaman kontemplatif yang tak terlupakan bagi pengunjung.

Kegiatan dimulai pukul 04.00 WIB melalui Pintu 7 Taman Wisata Candi Borobudur. Setiap pengunjung akan mendapatkan perlengkapan khusus seperti senter, upanat (alas kaki anyaman dari daun pandan, batok kelapa, dan busa ati), pemandu wisata, souvenir, serta sarapan spesial di Bukit Dagi, satu-satunya bukit dalam kompleks Candi Borobudur yang menyajikan panorama menawan.

Usai menikmati sunrise, pengunjung akan diajak bersantap pagi di Bukit Dagi sambil menikmati keindahan Candi Borobudur dan jajaran Bukit Menoreh dari kejauhan, ditemani hidangan otentik khas lokal.

Tiket program Borobudur Sunrise dapat dipesan melalui WhatsApp +62 857 2758 7800 atau situs resmi ticket.injourneydestination.id dengan harga Rp1.000.000 per orang untuk wisatawan domestik maupun mancanegara, dengan kuota maksimal 100 orang per hari.

Sebagai bagian dari upaya pelestarian, seluruh pengunjung diwajibkan menggunakan upanat untuk mencegah gesekan langsung pada batu candi, sementara sirkulasi pengunjung diatur agar tidak menimbulkan tekanan berlebih pada struktur.

“Borobudur Sunrise yang telah menjadi daya tarik global dihadirkan melalui serangkaian kajian dan penyusunan rencana kunjungan yang lebih terstruktur.

“Pengalaman ini dihidupkan kembali secara bertahap dengan kuota terbatas dan pengawasan ketat guna memastikan keberlanjutan dan kelestarian struktur candi,” tegas Febrina.

Selain menjaga warisan budaya dunia, program ini juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal berbasis budaya. Dengan dukungan ekosistem UMKM dan pelaku wisata lokal, kegiatan sunrise di Borobudur diharapkan memperkuat ekonomi kreatif di kawasan tersebut.

“Kami mencoba membangkitkan Borobudur sebagai salah satu destinasi pariwisata dengan branding yang kuat.

“Kami membuka akses bagi pelajar tidak hanya hari Senin, tetapi setiap hari. Ini kami harap bisa mendorong peningkatan wisatawan dari kalangan pelajar, supaya bisa seperti dulu lagi.

“Karena pelajar adalah pangsa pasar besar yang berpotensi bagi pelaku UMKM di Kampung Seni Borobudur,” tambah Febrina. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *