Penting Anda Ketahui Keberkahan Pagi dalam Islam: Antara Ibadah dan Rezeki

banner 468x60
Ilustrasi matahari terbit. (Foto: Freepik)

Sukoharjonews.com – Dari berbagai hadits sudah jelas bahwa pagi hari adalah anugerah besar dari Allah. Ia adalah waktu untuk berdzikir, menjemput rezeki, dan meraih keberkahan.

Dikutip dari Humayro, Selasa (23/9/2025), pagi hari adalah waktu yang penuh keberkahan. Rasulullah SAW berulang kali menekankan keutamaan waktu pagi sebagai momentum mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menjemput rezeki.

Hadits ini menunjukkan betapa besar pahala yang Allah siapkan bagi mereka yang memakmurkan waktu pagi dengan dzikir dan shalat. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan bahwa dzikir di waktu pagi dan sore adalah “benteng bagi hati, penopang kekuatan, dan penarik keberkahan rezeki.”

Larangan tidur setelah subuh
Islam juga memperingatkan agar seorang muslim tidak menyia-nyiakan waktu pagi dengan tidur. Rasulullah SAW bersabda:

“Seusai shalat fajar (subuh) janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki.” (HR. Thabrani)

Pagi adalah waktu turunnya rezeki. Hal ini ditegaskan pula dalam kisah Fathimah az-Zahra r.a. Suatu ketika Rasulullah SAW membangunkan putrinya yang sedang berbaring di pagi hari seraya bersabda:

“Hai Anakku, bangun, saksikanlah rezeki Tuhanmu dan janganlah engkau menjadi orang yang lalai, sebab Allah membagikan rezeki kepada manusia di waktu fajar mulai menyinsing hingga matahari terbit.” (HR. Baihaqi)

Perkataan Nabi SAW ini mengingatkan bahwa waktu pagi adalah ladang pembagian rezeki. Karena itu, tidur setelah Subuh hingga terbit matahari bukanlah kebiasaan yang dianjurkan, kecuali jika ada kebutuhan mendesak seperti kurang tidur karena ibadah malam.

Keberkahan dalam waktu pagi
Selain rezeki, pagi juga menyimpan keberkahan. Rasulullah SAW bersabda:

“Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barakah dan keberuntungan.” (HR. Thabrani dan Al-Bazzar)

“Umatku ini diberkati ketika bangun pagi-pagi.” (HR. Ath-Thabrani)

“Ya Allah, berkahilah umatku di pagi harinya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Hadits-hadits ini menegaskan bahwa bekerja, belajar, atau berusaha di waktu pagi memiliki nilai yang lebih dibandingkan dengan waktu lain. Imam Asy-Syafi’i rahimahullah pernah berkata, “Waktu pagi adalah modal utama seorang muslim. Barangsiapa menyia-nyiakannya, maka ia akan menyesal di sore hari.”

Penutup
Dari berbagai hadits tersebut, jelaslah bahwa pagi hari adalah anugerah besar dari Allah. Ia adalah waktu untuk berdzikir, menjemput rezeki, dan meraih keberkahan.

Maka, isilah pagi dengan shalat berjamaah, dzikir, doa, membaca Al-Qur’an, dan berusaha mencari nafkah yang halal. Dengan demikian, seorang muslim tidak hanya mendapatkan keberkahan dunia, tetapi juga pahala besar di akhirat. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *