
Sukoharjonews.com – Tim Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) dengan ID 1272 melakukan rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini berfokus pada penguatan kapasitas pelaku UMKM batik lokal melalui pendekatan digitalisasi dan inovasi pemasaran.
Salah satu anggota tim, Ahmad Zaki, menyampaikan, Tim Hibah MBKM UNS hadir dengan dosen pembimbing Dr Mintasih Indriayu dengan mengusung tema “Pengembangan UMKM Era Digital: Optimalisasi E-commerce dan Pelatihan Strategi Pemasaran Online”.
“Kegiatan ini bertujuan untuk membantu para pelaku usaha batik di Desa Kenep dalam menghadapi tantangan pasar modern yang semakin mengandalkan teknologi digital,” ujar Zaki, Senin (7/7/2025).
Menurutnya, kegiatan dimulai dengan sosialisasi bertajuk “Pengenalan Konsep Pemasaran Digital Melalui Platform E-Commerce dan Media Sosial” disambung dengan workshop interaktif bertema “Etika Bisnis dan Inovasi Digital: Strategi UMKM untuk Pengembangan Pasar dan Tenaga Kerja”.
Dalam sesi ini, para peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya membangun citra merek, menjaga kepercayaan pelanggan, serta strategi pemanfaatan media digital secara etis dan efektif.
Tidak hanya berhenti pada teori, Tim MBKM juga melaksanakan pendampingan teknis bagi lima pelaku UMKM batik setempat dalam proses pembuatan foto katalog, e-catalog, hingga video company profile. Produk-produk batik karya warga Kenep kini telah memiliki tampilan visual profesional yang siap bersaing di pasar online.
Tercatat, terdapat lima pelaku UMKM batik yang terlibat dalam program ini. Lima pelaku UMKM tersebut telah memiliki merek sendiri, yakni Batik Amin Dibyo, Batik Ayu Kusuma, Batik Melathi Wijaya, Batik Mutiara, dan Batik Satrio Utomo.
“Sebagai bentuk implementasi nyata dari seluruh pelatihan yang diberikan, Tim MBKM bersama para pelaku UMKM mengadakan pameran produk batik di ajang Car Free Day (CFD) Solo,” ujar Zaki.
“Pameran ini menjadi etalase langsung bagi hasil karya batik warga Kenep, serta media promosi untuk memperluas jaringan pasar mereka,” sambungnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan para pelaku UMKM. “Kami sangat terbantu, sekarang kami bisa mengelola media sosial dengan lebih percaya diri, dan tahu bagaimana memasarkan produk batik kami secara digital,” ujar Ayu, salah satu peserta program.
Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan digital para pelaku UMKM, termasuk dalam hal pengelolaan akun media sosial dan pembuatan konten promosi. Tim MBKM berharap, kegiatan ini bisa menjadi pijakan awal menuju keberlanjutan digitalisasi UMKM lokal di masa mendatang.
Program ini menegaskan komitmen Tim Hibah MBKM dalam mendukung transformasi ekonomi kerakyatan berbasis teknologi dan inovasi, serta menjadi bukti nyata kontribusi dunia akademik dalam memberdayakan desa melalui pendekatan yang solutif dan berkelanjutan. (nano)



Facebook Comments