Tak Berkategori  

Kisah Jemaah Haji yang Mengalami Patah Tangan, Mengenang Kebaikan Petugas Saat Berhaji

banner 468x60
Budi Amanah (berjilbab hitam) bersama suaminya, Abdul Rahman Rahmatsyah. (Foto: Dok Kemenag)

Sukoharjonews.com – Namanya Budi Amanah, 65 tahun. Ia terlihat tengah duduk bersama suaminya, Abdul Rahman Rahmatsyah, di deretan belakang Aula Jeddah Asrama Haji Banda Aceh. Tangannya terlihat dibalut perban. Budi dan 390 jemaah lainnya masuk dalam kelompok terbang (kloter) BTJ-03, yang mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda.

Dalam kesempatan itu, aa tidak kuasa menahan tangis kala mengenang kebaikan petugas haji yang melayaninya selama berada di Tanah Suci. Perempuan Aceh Tengah itu mengalami patah tangan sehingga membutuhkan penanganan medis.

Setelah menunggu 12 tahun lebih, Budi berangkat ke Arab Saudi bersama suaminya. Siapa yang menyangka, belum sepekan ia berada di Makkah, perempuan asal Kampung Pinangan, Kecamatan Kebayakan Aceh Tengah itu mengalami musibah di Masjidil Haram.

Ketika menuju kamar mandi, Budi terpeleset. Pergelangan tangan kirinya patah. Sejumlah petugas dengan cekatan membantunya. Ia dibawa ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Ditangani dokter ortopedi, tangannya disemen.

Hanya semalam di KKHI, esoknya Budi dibolehkan pulang ke pulang ke Hotel Awqaf Al Mufti di Misfalah. Ia hanya perlu rawat jalan. Dokter dalam kelompok terbang (Kloter) rutin mengecek kondisi tangannya.

“Seminggu sekali diperiksa di rumah sakit dan dirontgen. Ini sebelum pulang juga dirontgen lagi,” kata Budi kepada Media Center Haji, dikutip dari laman Kemenag, Rabu (2/7/2025).

Selama rawat jalan, Budi tetap beribadah seperti biasa. Kelancarannya melaksanakan ibadah juga berkat pelayanan terbaik yang diberikan petugas. Para petugas sigap membantunya setiap saat.

Sang suami setia mendampinginya serta membantu berbagai keperluan. Ketika melempar jumrah, Abdul Rahman mengambil alih.

“Waktu lempar jumrah, bapak yang lempar bukan ibu,” jelasnya.

Budi menyebutkan, petugas memberikan pelayanan dengan sangat baik selama berhaji maupun saat masih di Asrama Haji Aceh. Jemaah yang tergabung dalam kloter BJT-03 itu mendoakan semua petugas agar selalu sehat serta diberikan kemudahan dalam bekerja.

“Petugasnya baik-baik, layanannya baik, dokternya pun baik. Semuanya baik. Gak bisa kita balas, hanya Tuhan yang mampu membalas,” ujar Budi terisak. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *