
Sukoharjonews.com – Raksasa tekstil PT Sritex Sukoharjo segera tutup permanen per 1 Maret 2025. Hari terakhir masuk kerja, Jumat (28/2/2025), sejumlah karyawan terlihat melakukan aksi coret-coret seragam.
Sebanyak 8.475 karyawan Sritex telah menerima formulir Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari kurator. Momen terakhir tersebut dimanfaatkan sejumlah karyawan melakukan aksi coret-coret seragam seperti aksi pelajar ketika lulus sekolah.
Sejumlah karyawan tampak membubuhkan tanda tangan ke seragam karyawan yang lain. Karyawan tersebut mengaku hal itu dilakukan sebagai bentuk perpisahan dengan Sritex yang selama ini menjadi sawah ladang bagi mereka.
“Tidak ada maksud apa-apa. Hanya ungkapan untuk mengenang bekerja di Sritex,” ujar seorang karyawan, Karwi.
“Ini apresiasi kami untuk saling mengingat. Jadi, begitu kami melihat tanda tangan ini kita mengingat kebersamaan kita selama di Sritex ini,” sambungnya.
Karwi mengaku sudah bekerja di Sritex selama 17 tahun. Untuk itu, begitu tahu Sritex terlilit masalah hingga akhirnya harus tutup, rasa kekecewaan dan kesedihan benar-benar ia rasakan.
“Kalau sedih, pasti. Tetapu mau tidak mau ya harus kita terima,” ujarnya.
Tidak hanya dirinya, Karwi menyebut jika istrinya juga bekerja di Sritex selama 10 tahun. Dengan kata lain, dirinya bersama istri sama-sama terkena PHK.
Karwi menyatakan optinistis untuk menatap masa depan dengan berjuang untuk mencukupi kebutuhan keluarga selama Ramadan dan juga Lebaran ini. (nano)



Facebook Comments