
Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Hari Wayang Nasional diperingati dengan menggelar kirab wayang dan pentas dalang cilik, Kamis (7/11). Pentas dalang cilik digelar di Alun-Alun Satya Negara dan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Darno. Dalam acara tersebut, sebanyak 15 dalang cilik pentas secara bergiliran. Puncak hari Wayang Nasional diisi dengan pentas wayang kolaborasi malam harinya.
“Tiap dalang cilik yang tampil diberi waktu 25 menit untuk memestaskan lakon masing-masing. Ada 15 dalang cilik yang tampil,” ujar Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Sukoharjo, Ki Sukasdi.
Dia mengatakan, diantara 15 dalang cilik tersebut, terdapat satu dalang cilik perempuan yang ikut tampil. Menurutnya, Hari Wayang Nasional di Sukoharjo diawali dengan kirab wayang, pentas dalang cilik, dan puncaknya pentas wayang kolaborasi malam harinya. KI Sukasdi mengatakan, pentas dalang cilik tersebut secara umum dalam rangka melestarikan budaya bangsa sekaligus melestarikan profesi dalang agar tidak punah.
Sedangkan Kepala Disdikbud Sukoharjo Darno mengapresiasi kegiatan peringatan Hari Wayang Nasional tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat positif dalam upaya menjaga dan melestarikan budaya bangsa. Darno mengaku, selama ini dinas sangat peduli dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat pelestarian budaya. Bahkan, dalam waktu dekat dinas akan menggelar Festival Dalang Cilik.
“Bangsa Indonesia dianugerahi keistimewaan dengan memiliki ribuan pulau, ribuan suku dimana tiap suku memiliki budaya masing-masing. Kekayaan budaya ini harus tetap dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang dan punah dtergerus zaman,” ujarnya. (erlano putra)



Facebook Comments