Tak Berkategori  

Mengatasi Retardasi Mental dan Cara Mengobatinya

banner 468x60
Mengenal retardasi mental.(Foto: Alomedika)

Sukoharjonews.com – Retardasi mental adalah penurunan fungsi kecerdasan yang menyeluruh secara bermakna yang mengakibatkan gangguan adaptasi pada lingkungan sekitarnya. Retardasi mental ini didapatkan selama anak mengalami masa perkembangan. Orang-orang yang mengalami retardasi mental atau intellectual disability dapat mempelajari keterampilan yang baru, tetapi mereka mempelajarinya dalam waktu yang lebih lama.

Dilansir dari honestdocs, Sabtu (23/11/2024), seseorang dikatakan mengalami retardasi mental (intellectual disability) jika memiliki keterbatasan dalam dua hal, yaitu:

  • Fungsi intelektual yang dikenal juga sebagai IQ. Fungsi ini mengacu pada kemampuan seseorang untuk belajar, berpikir, membuat keputusan, dan menyelesaikan masalah.
  • Perilaku beradaptasi di mana ini merupakan keterampilan yang diperlukan untuk menjalani kehidupan sehari-hari, seperti mampu berkomunikasi secara efektif, berinteraksi dengan orang lain, serta mampu merawat diri sendiri.

Penyebab Retardasi Mental
Menurut Manual Merck, dokter hanya dapat mengidentifikasi penyebab spesifik retardasi mental pada sekitar 1/3 kasus ringan dan 2/3 kasus sedang hingga berat. Penyebab retardasi mental atau intellectual disability dapat terjadi akibat:

  • Gangguan pada masa kehamilan, seperti infeksi, paparan alkohol, obat-obatan, atau racun lainnya
  • Trauma pada proses kelahiran, seperti kekurangan oksigen atau kelahiran bayi prematur
  • Kelainan bawaan, seperti fenilketonuria (PKU) atau penyakit Tay-Sachs
  • Kelainan kromosom, seperti sindrom Down
  • Keracunan zat timbal atau merkuri
  • Malnutrisi kategori berat
  • Penyakit anak usia dini, seperti batuk rejan, campak, atau meningitis
  • Cedera otak parah

Pencegahan Retardasi Mental
Retardasi mental dalam kebanyakan kasus tidak dapat dicegah. Pencegahan dapat berupa pencegahan primer (mencegah timbulya) dan pencegahan sekunder (mengurangi perburukan gejala). Beberapa contoh pencegahan primer, mengobati gangguan metabolisme seperti fenilketonuria (PKU), galaktosemia, dan hipotiroidisme bawaan dapat diobati sebelum menyebabkan keterbelakangan mental.

Kondisi ini dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan darah sederhana setelah bayi lahir. Tes selama kehamilan juga dapat dilakukan untuk menilai apakah bayi memiliki kelainan kromosom seperti sindrom Down atau tidak.

Anak-anak yang mengalami gangguan metabolisme biasanya mendapatkan perawatan dengan obat-obatan atau melakukan diet khusus. Jika perawatan dimulai sejak dini, maka kemungkinan terjadinya retardasi mental dapat dicegah. Sindrom Alkohol Janin (Fetal Alcohol Syndrome) juga dapat dicegah dengan tidak mengonsumsi alkohol selama kehamilan.(patrisia argi)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *