Tak Berkategori  

Mengenali Ciri-ciri Anak dengan Down Syndrome

banner 468x60
Ciri-ciri anak downsyndrome.(Foto:Kumparan)

Sukoharjonews.com – Memiliki anak yang dinanti-nantikan adalah momen yang tak ternilai. Namun, tidak jarang ada kondisi anak yang tidak bisa dihindari, salah satunya down syndrome. Apa ciri-ciri down syndrome yang perlu diwaspadai?

Dilansir dari pyfahealth, Selasa (29/10/2024), Down syndrome adalah gangguan tumbuh kembang anak yang memicu kesulitan belajar. Agar bisa ditangani dengan tepat, penting untuk mengetahui ciri-ciri down syndrome, mulai dari fisik hingga intelektual.

Ciri-Ciri Fisik Down Syndrome
Meski ciri-ciri down syndrome dapat bervariasi pada setiap anak, namun ada ciri-ciri umum yang ditunjukkan, yaitu:

  • Kepala berukuran kecil.
  • Hidung dan wajah datar.
  • Mulut dan telinga berukuran kecil.
  • Mata miring.
  • Berat dan panjang tubuh di bawah standar.
  • Tulang hidung rata dan bentuknya kecil.
  • Lidah menonjol.
  • Tubuhnya pendek.
  • Ukuran jari pendek.
  • Tangan lebar.

Ciri-Ciri Intelektual Down Syndrome
Bayi atau anak dengan down syndrome juga mengalami keterlambatan perkembangan kognitif dan berpikir. Berikut ciri-ciri down syndrome yang berkaitan dengan kemampuan intelektual:

1. Gangguan perkembangan motorik
Down syndrome berisiko mengganggu perkembangan motorik anak yang mencakup belajar merangkak, belajar berjalan, belajar duduk, dan belajar bergerak. Selain itu, keterlambatan motorik berisiko menurunkan kecerdasan dan kemampuan bahasa anak di masa depan.

2. Gangguan perkembangan bicara dan bahasa
Dikutip dari Mayo Clinic, bayi atau anak dengan down syndrome mengalami hambatan perkembangan komunikasi dan bahasa. Hal ini memicu keterlambatan kemampuan bahasa dan bicara bayi atau anak dengan down syndrome di masa depan.

3. Gangguan perkembangan mengenal angka
Keterlambatan memahami angka juga berisiko dialami anak dengan down syndrome. Meski demikian, kemampuan ini bisa dicapai anak dengan down syndrome, namun tahapannya tidak sama dengan anak-anak yang tidak down syndrome.

4. Gangguan perkembangan memori jangka pendek verbal
Memori jangka pendek adalah sistem memori yang mempelajari informasi secara singkat. Sistem memori ini berfungsi untuk mengoptimalkan perkembangan kognitif dan memproses informasi visual dan verbal. Namun, anak dengan down syndrome cenderung memproses informasi secara visual.(patrisia argi)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *