Tak Berkategori  

Apa Penyebab Demam Serbuk Sari? 5 Alergen Lingkungan yang Perlu Diwaspadai

banner 468x60
Penyebab demam serbuk.(Foto: mayapada)

Sukoharjonews.com – Demam serbuk sari, secara ilmiah disebut rinitis alergi, adalah bentuk alergi yang disebabkan oleh faktor lingkungan seperti serbuk sari dari berbagai tanaman, jamur, dan bulu hewan peliharaan. Sebuah penelitian, yang diterbitkan oleh National Institutes of Health , menyatakan bahwa demam serbuk sari memengaruhi saluran napas bagian atas. Keluhan umum yang terkait dengan demam serbuk sari meliputi bersin parah, mata berair, hidung meler atau tersumbat, dan kelelahan berlebihan pada waktu-waktu tertentu dalam setahun, terutama selama musim semi dan musim gugur. Namun, demam serbuk sari dapat dikelola dengan berbagai pengobatan, semprotan hidung, dan menghindari alergen.


Dikutip dari Healthshots, pada Minggu (27/10/2024), berikut penyebab demam serbuk sari:

1. Serbuk sari
Selama bulan Maret hingga September, di AS, pohon biasanya memiliki kadar serbuk sari tertinggi. Kemudian diikuti oleh rumput di akhir musim semi atau musim panas, lalu ada serbuk sari hijau lagi di akhir musim panas atau musim gugur, biasanya dari gulma. Hal ini dapat menyebabkan demam serbuk sari. demikian menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Scientific Reports . Saat terhirup, serbuk sari dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, menyebabkan bersin atau mata gatal di antara gejala lainnya. Alergi serbuk sari pada anak-anak juga umum terjadi.

2. Kotoran kecoa
Serangga ini biasanya ditemukan di tempat-tempat seperti dapur dan kamar mandi. Mereka juga memiliki kemampuan menyebabkan alergi melalui kotoran, air liur, atau pengelupasan bagian tubuh. American College of Allergy Asthma and Immunology , menyatakan bahwa air liur, kotoran, dan pengelupasan bagian tubuh kecoak adalah pemicu asma dan alergi. Ketika semua ini beterbangan di udara, hal itu akan memengaruhi kesehatan kita.


3. Tungau debu
Tungau debu adalah parasit mikroskopis yang ditemukan dalam debu, karpet, tempat tidur, dan furnitur sepanjang tahun. Kotoran dan bagian-bagiannya dapat terlepas ke udara yang menyebabkan reaksi alergi pada manusia. Namun, sebuah makalah penelitian yang diterbitkan oleh National Institutes of Health menyatakan bahwa tungau debu tidak selalu menyebabkan demam serbuk sari. Sebagian besar, tungau debu menyebabkan gejala yang lebih ringan daripada gejala yang muncul pada demam serbuk sari.

4. Spora jamur
Spora jamur dan pertumbuhannya dapat ditemukan di tempat lembap, baik di dalam maupun di luar ruangan, karena jamur mudah terlepas ke udara, terutama saat kelembapannya tinggi. Jamur juga dapat menyebabkan reaksi alergi. Yayasan Asma dan Alergi Amerika menyatakan bahwa spora ini masuk ke hidung dan menyebabkan gejala rinitis. Kemudian, spora ini masuk ke paru-paru dan menyebabkan asma.

5. Faktor lingkungan lainnya
Polusi udara dalam bentuk asap dan gas berbahaya lainnya dapat mempermudah perkembangan reaksi alergi. Kondisi iklim seperti panas tinggi, kelembaban rendah, dan angin kencang juga cenderung membantu penyebaran serbuk sari di lingkungan sekitar, sementara kondisi cuaca basah mendorong pertumbuhan jamur. Semua ini dapat menyebabkan demam serbuk sari. Penelitian yang dipublikasikan oleh Universitas Kedokteran Wina , menyatakan bahwa parameter terpenting dari polusi udara seperti zat, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, dan ozon menyebabkan peningkatan keparahan gejala alergi serbuk sari.(cita septa)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *