
Sukoharjonews.com (Grogol) – Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) membagikan 3.000 sertifikat untuk warga Sukoharjo di GOR Pandawa, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jumat (6/9). Dalam kesempatan itu, Jokowi berpesan pada warga yang baru saja menerima sertifikat untuk menghitung dan mengalkulasi dengan benar jika sertiifkat dijadikan agunan ke bank atau lembaga keuangan yang lain. Jangan sampai sertifikat hilang disita bank gara-gara salah perhitungan.
“Setelah ini sertifikat difotokopi, sertifikat asli disimpan di lemari satu, yang fokokopi di lemari yang lain. Disimpan terpisah sehingga saat yang asli hilang, masih punya fokokopi untuk mengurus ke BPN jadi lebih gampang,” pesan Jokowi.
Jokowi juga mengatakan, pasti setelah memegang sertifikat, biasanya ingin “disekolahkan”. Jokowi megatakan masyarakat tidak perlu malu karena sertifikat memang bisa digunakan untuk agunan di bank atau lembaga keuangan. “Silahkan saja, titipan saja adalah kalau dipakai sebagai agunan atau jaminan tolong dihitung dan dikalkulasi bisa tidak mengangsurnya setiap bulan,” ujarnya.
Menurutnya, dirinya berpesan seperti itu karena selama ini banyak yang lupa. Saat membawa sertifikat ke bank dan katakan saja dapat pinjaman Rp300 juta. Setelah itu, besoknya pergi ke diler untuk membeli mobil dengan uang muka Rp150 juta. “Gagahnya hanya enam bulan karena setelah itu tidak bisa nyisil bank dan tidak bisa mengangsur mobil. Bulan ketujuh, mobil ditarik diler dan sertifikat diambil bank,” ujarnya disambut tawa pengunjung.
Jokowi berpesan agar berhati-hati jangan sampai hal itu terjadi. Jika dijadikan agunan, agar dihitung dan dikalkulasi agar tidak salah perhitungan. “Kalau dapat pinjaman bank Rp300 juta, gunakan semuanya untuk modal usaha, modal investasi, modal kerja. Jangan sampai digunakan untuk hal-hal yang bersifat non produktif. Kalau untung dari usaha, dikumpulkan dan ditabung baru dipakai untuk beli mobil atau sepeda motor. Jangan pokok pinjaman untuk beli mobil,” tambahnya. (erlano putra)



Facebook Comments