
Sukoharjonews.com ( Polokarto) – Kejadian ini patut menjadi pelajaran dan pengalaman bersama. Pasalnya, bayi perempuan yang baru berumur 40 hari harus mengalami kejadian yang mengenaskan, digigit kera liar, Selasa (21/8) petang. Korban adalah Aqila Dzakia Saquena, warga Dukuh Jengglong RT 02/05, Desa Jatisobo, Polokarto, Sukoharjo. Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Polokarto untuk mendapatkan perawatan, termasuk disuntik anti tetanus dan Vaksin Anti Rabies (VAR).
“Saat itu korban ditinggal diruang depan, sedangkan ibunya Wartini tengah mencuci popok di kamar mandi belakang,” ujar Kapolsek Tawangsari, AKP Aris Dwi Handoko.
Menurutnya, saat ditinggal mencuci terwebut, korban meletakkan bayinya diatas kasur depan televisi di ruang depan. Saat tengah mencuci tersebut, tiba-tiba Warsini dikagetkan suara tangisankeras bayinya yang lantas berlari ke ruang depqn tempat bayinya diletakkan.
Betapa kagetnya Warsini saat melihat bayinya sudah tidak dalam posisi ketika ditinggalkan. Aqila terlihat terseret sekitar satu meter dari tempat semula. Warsini juga melihat seekor kera berada diatas pintu rumah.
Setelah bayinya dicek, ujar Kapolsek, bayi tersebut mengalami luka gigitan dipaha kiri sepanjang tiga centimeter (cm) dan luka cakar dibagian punggung belakang. Setelah itu korban dibawa ke Puskesmas yang kemudian mendapatkan jahitan. “Akibat kejadian ini, bayi Aqila harus kontrol tiap ke Puskesmas,” ujar Kapolsekm
Disisi lain, Kapolsek mengimbau pada masyarakat untuk berhati-hati agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, warga juga diimbau tidak meninggalkan balita sendirian meski didalam rumah. Disinggung soal kera liar tersebut, Kapolsek memperkirakan berasal dari hutan karet karena dekat dengan lokasi kejadian.
“Musim kemarau ini seringkali membuat hewan liar seperti kera yang keluar dari hutqn untuk mencari makan,” ujarnya.
Untuk penanganan selanjutnya, Polsek akan menggandeng Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah. Untuk jangka pendek, Polsek juga mengerahkan anggota untuk patroli di setiap desa di Polokarto. (erlano putra)



Facebook Comments