
Sukoharjonews.com – Bagi setiap individu yang bekerja, di mana dan bagaimana kita membelanjakan uang mungkin merupakan misteri abadi. Mulai dari menghitung mundur hari hingga hari gajian hingga berharap akhir bulan tidak membuat kantong kita kosong, itu adalah siklus yang tiada henti. Di sinilah disiplin keuangan berperan sebagai titik fokus dalam kehidupan. Meskipun istilah ‘disiplin’ seringkali memiliki konotasi pembatasan, namun dalam bidang keuangan, istilah ini lebih pada pemahaman tentang apa dan bagaimana mengelola pengeluaran.
Dikutip dari The Statesman, pada Rabu (28/2/2024), inilah cara menyusun strategi dan mencapao disiplin keuangan:
1. Prioritaskan Pembayaran Pinjaman
Kebanyakan orang memiliki beberapa bentuk hutang, apakah itu hipotek, pinjaman mobil, biaya pengobatan, pinjaman pribadi, atau pinjaman pendidikan. Membayar kembali pinjaman dengan segera meminimalkan bunga yang masih harus dibayar dan mempercepat stabilitas keuangan. Meskipun pinjaman sering kali memerlukan jangka waktu pembayaran yang lama dan menguntungkan bank, pembayaran lebih awal menghasilkan penghematan pajak dan bunga, sehingga mengurangi kekhawatiran pembayaran bulanan.
2. Bangun Dana Darurat
Dana darurat melindungi terhadap kesulitan keuangan yang tidak terduga selain keadaan darurat medis. Kehidupan yang tidak dapat diprediksi memerlukan kesiapsiagaan, dan dana darurat berfungsi sebagai jaring pengaman finansial.
3. Pantau dan Buat Anggaran
Memantau pengeluaran saja tidak cukup untuk menghemat uang; penganggaran memainkan peran yang sama pentingnya. Setiap bulan, pantau ke mana uang Anda pergi. Manfaatkan aplikasi berbasis teknologi untuk melacak tagihan bulanan, EMI, bahan makanan, transportasi, makan di luar, dan pengeluaran lainnya. Hal ini memfasilitasi perbandingan pengeluaran waktu luang dengan pengeluaran penting, sehingga menyederhanakan proses penganggaran.
Pedoman umum dalam penganggaran adalah aturan 50/30/20: alokasikan 50% untuk kebutuhan penting seperti perumahan dan tagihan, 30% untuk kegiatan rekreasi, dan sisakan 20% untuk tabungan. Namun, perspektif keuangan individu mungkin memerlukan penyesuaian. Menetapkan anggaran memungkinkan pelacakan pengeluaran yang komprehensif, memutus siklus pendapatan, pengeluaran, dan perjuangan untuk menabung.
4. Kurangi Pengeluaran Melalui Otomatisasi
Baik menangani daftar keinginan yang panjang atau mengelola ulang tahun dan hari jadi yang akan datang, pengeluaran dan tabungan tidak selalu berjalan mulus. Membatasi pengeluaran yang tidak diperlukan memerlukan pendekatan strategis, dan otomatisasi pengeluaran serta pembayaran kembali pinjaman menawarkan solusi yang efektif. Mengadopsi strategi pembayaran otomatis memastikan penyelesaian utang, pinjaman, dan tagihan tepat waktu, sehingga mengurangi tekanan keuangan.
Kesimpulannya, menerapkan disiplin keuangan dapat dikelola dengan strategi pengelolaan keuangan yang efisien. Kiat-kiat di atas memberikan peta jalan untuk mencapai stabilitas keuangan sekaligus menjaga identitas keuangan Anda.(cita septa)



Facebook Comments