
Sukoharjonews.com – Kerusakan gigi atau yang dikenal dengan gigi berlubang merupakan masalah yang umum terjadi, terutama pada anak-anak. Mengenali tanda-tanda awal kerusakan gigi dan melakukan tindakan pencegahan dapat mempengaruhi kesehatan mulut anak.
Kerusakan gigi terjadi ketika bakteri di mulut menghasilkan asam yang menggerogoti enamel, lapisan pelindung gigi. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat berkembang dan menyebabkan gigi berlubang seperti lubang kecil atau kerusakan pada area gigi. Kerusakan gigi pada anak sering kali muncul berupa bintik atau guratan putih pada gigi yang menandakan tahap awal demineralisasi. Oleh karena itu, penting untuk mencermati tanda-tanda awal kerusakan gigi, mengetahui penyebabnya, dan cara mengatasi masalah tersebut pada anak. Dikutip dari Healthshots, pada Rabu (14/2/2024), simak penjelasanya berikut:
Tanda-tanda awal kerusakan gigi
Berikut tanda-tanda kerusakan gigi yang wajib Anda ketahui:
1. Bintik putih
Bintik putih pada gigi ini merupakan tanda awal demineralisasi gigi dan menandakan kerusakan gigi dini.
2. Sensitivitas
Anak-anak mungkin merasakan sakit atau tidak nyaman saat makan makanan dan minuman panas, dingin, atau bergula.
3. Perubahan warna
Benda asing berwarna kuning atau coklat pada gigi mungkin merupakan indikator perkembangan kerusakan gigi dan pembentukan gigi berlubang.
4. Bau mulut
Meski menjaga kebersihan mulut dengan baik, jika anak mengalami bau mulut , hal ini bisa menjadi indikator adanya penyakit mulut.
Penyebab kerusakan gigi dini
Berikut beberapa penyebab umum kerusakan gigi pada anak yang patut Anda waspadai:
1. Kebersihan mulut yang buruk: Menyikat gigi yang tidak tepat dan penggunaan benang gigi yang tidak tepat dapat menyebabkan penumpukan plak (bakteri di dalam bakteri), yang dapat menyebabkan kerusakan gigi.
2. Nutrisi: Nutrisi dan karbohidrat, terutama dalam bentuk makanan ringan dan minuman, meningkatkan aktivitas bakteri dan asam di dalam lubang.
3. Menyusui dalam waktu lama atau menyusui secara on-demand, terutama pada malam hari, dapat menyebabkan kerusakan gigi sehingga meningkatkan risiko gigi berlubang.
4. Kekurangan fluorida: Kekurangan fluorida dalam air, pasta gigi, atau perawatan gigi dapat melemahkan gigi dan menyebabkan kerusakan gigi.
Tips menghindari kerusakan gigi pada anak
1. Jaga kebersihan mulut
Bersihkan gusi dengan kain lembut atau sikat gigi anak segera setelah gigi pertamanya muncul. Begitu mereka berusia dua tahun, Anda harus beralih ke pasta gigi yang lembut.
2. Batasi makanan dan minuman manis
Beri mereka makanan yang kaya akan buah-buahan, sayuran, dan produk susu daripada camilan tidak sehat serta makanan dan minuman manis. Pilih air putih sebagai minuman utama di sela-sela waktu makan.
3. Mendorong pemeriksaan gigi secara teratur
Jadwalkan pemeriksaan gigi pertama anak Anda sekitar ulang tahun pertamanya atau saat gigi pertamanya tanggal. Pemeriksaan gigi secara teratur dapat mendeteksi tanda-tanda awal kerusakan dan impaksi.
4. Hati-hati dengan botol dan dot yang digunakan
Jangan memberi makan bayi dengan botol yang sama dalam waktu lama. Anda juga sebaiknya menghindari membiasakan tidur dengan botol di mulut untuk menghindari masalah gigi. Jangan gunakan dot setelah usia dua tahun untuk mencegah masalah gigi .
5. Mendorong penggunaan fluorida
Gunakan pasta gigi berfluoride yang sesuai dengan usia anak Anda. Selain itu, pertimbangkan untuk menggunakan fluoride dan suplemennya seperti yang direkomendasikan oleh dokter gigi Anda.
Diagnosis dini dan tindakan pencegahan penting dalam memerangi kerusakan gigi pada anak. Orang tua dapat melindungi kesehatan gigi anak dengan mengenali tanda-tanda awal kerusakan gigi, memahami penyebabnya, dan menggunakan strategi yang direkomendasikan oleh para ahli.(cita septa)



Facebook Comments