Sukoharjonews.com – Ingin melindungi pendengaran anak Anda? Mengatur tingkat kebisingan itu penting. Anda juga dapat mencoba kiat-kiat ini untuk mencegah gangguan pendengaran pada anak.
Anak-anak zaman sekarang terpaku pada gadget. Selain asyik bermain game dan media sosial di ponsel pintar, mereka juga suka menggunakan penyumbat telinga dan headphone secara berlebihan untuk mendengarkan musik atau menerima panggilan telepon saat bepergian. Namun, perlu diingat, mendengarkan audio dengan volume keras dapat menjadi salah satu penyebab gangguan pendengaran.
Dikutip dari Healthshots, Senin (30/6/2025), gangguan pendengaran akibat kebisingan bukanlah satu-satunya masalah. Masalah pendengaran pada anak dapat disebabkan oleh faktor lain, termasuk infeksi telinga, kecenderungan genetik, dan infeksi selama kehamilan. Jutaan anak di seluruh dunia mengalami gangguan pendengaran, yang dapat dicegah dengan gaya hidup yang tepat. Sebagai orang tua, Anda dapat melakukan upaya untuk mencegah gangguan pendengaran pada anak.
Apa saja masalah pendengaran yang umum terjadi pada anak?
Berikut ini beberapa masalah pendengaran yang biasanya rentan dialami anak-anak:
1. Gangguan pendengaran konduktif
Hal ini disebabkan oleh kerusakan atau penyumbatan di telinga luar atau tengah yang mencegah gelombang suara mencapai telinga bagian dalam secara efisien. “Infeksi telinga (otitis media), cairan telinga tengah, dan penumpukan kotoran telinga merupakan penyebab umum,” kata pakar THT, Dr. Ravi Bhatia.
2. Gangguan pendengaran sensorineural
Dalam kasus gangguan pendengaran sensorineural, jalur saraf pendengaran atau koklea, yang merupakan telinga bagian dalam, mengalami kerusakan. Kondisi ini biasanya tidak dapat dipulihkan dan dapat disebabkan oleh paparan suara keras, infeksi yang didapat selama kehamilan (seperti sitomegalovirus atau rubella), atau faktor keturunan. Kondisi ini merupakan penyebab utama gangguan pendengaran permanen pada anak-anak, menurut penelitian tahun 2023 yang diterbitkan dalam StatPearls.
3. Gangguan pendengaran campuran
“Ini merupakan kombinasi dari gangguan pendengaran sensorineural dan konduktif. Gangguan ini memengaruhi saraf pendengaran atau telinga bagian dalam,” kata pakar tersebut. Bahkan telinga luar atau tengah pun terpengaruh.
4. Gangguan Pemrosesan Auditori (APD)
Meskipun telinga tetap berfungsi normal, kondisi ini ditandai dengan kesulitan otak dalam memproses informasi suara dengan benar. Pemahaman ucapan dapat menjadi sulit bagi anak-anak dengan APD, terutama di lingkungan yang bising.
Bagaimana cara mendiagnosis gangguan pendengaran pada anak?
Untuk diagnosis dini masalah pendengaran pada anak, orang tua harus waspada terhadap pemeriksaan berikut:
1. Pemeriksaan pendengaran rutin
Pemeriksaan pendengaran rutin sangat penting untuk identifikasi dini masalah pendengaran, yang dapat memengaruhi perkembangan bahasa, kemampuan belajar, dan interaksi sosial anak. “Orang tua harus memastikan bahwa anak-anak mereka menjalani tes pendengaran rutin, terutama saat mereka berusia antara 4 dan 10 tahun,” kata Dr. Bhatia.
2. Skrining bayi baru lahir
Skrining pendengaran bayi baru lahir sangat penting untuk mengidentifikasi potensi gangguan pendengaran. Dokter akan menggunakan metode non-invasif seperti Otoacoustic Emissions (OAE) dan Auditory Brainstem Response (ABR) untuk mengukur gelombang suara di telinga bagian dalam. Deteksi dini memungkinkan intervensi dini, mencegah keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa, kinerja akademis, dan interaksi sosial.
3. Skrining lanjutan
Pastikan untuk mengatur tes pendengaran yang akan dilakukan selama janji temu rutin dengan dokter anak. Ini harus dilakukan terutama pada tahun-tahun awal ketika perkembangan bahasa paling cepat.
“Jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda gangguan pendengaran, seperti keterlambatan bicara, kurang perhatian, atau kesulitan mengikuti instruksi, segera konsultasikan dengan dokter spesialis THT,” saran ahli tersebut.
Bagaimana cara mencegah gangguan pendengaran pada anak?
Sekitar 32 juta anak di dunia menderita gangguan pendengaran, dan 60 persen di antaranya dapat dicegah, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Berikut ini beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk melindungi telinga anak Anda:
1. Menyusui
Anda dapat mengambil langkah-langkah tertentu untuk melindungi anak-anak Anda dari infeksi telinga. “Misalnya, menyusui anak-anak selama enam bulan pertama membantu membangun kekebalan tubuh mereka dan dengan demikian, dapat melindungi mereka dari infeksi telinga,” kata sang ahli.
2. Perlindungan kebisingan
Saat ini, anak-anak terpapar berbagai perangkat yang cenderung memengaruhi kemampuan pendengaran mereka. Anda dapat mengambil langkah-langkah seperti membatasi paparan terhadap suara keras, seperti konser, kembang api, dan perkakas listrik. Anda juga dapat memberi tahu mereka untuk mengecilkan volume sistem musik, dan membuat mereka menjauh dari sumber suara keras jika memungkinkan. Menggunakan perangkat untuk melindungi pendengaran ketika tidak memungkinkan untuk mengurangi volume ke tingkat yang aman atau menghindari paparan suara keras dapat membantu, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.
3. Imunisasi
Mengimunisasi anak-anak terhadap penyakit dapat membantu mencegah kehilangan pendengaran pada anak-anak, menurut WHO. Penyakit menular seperti campak, gondongan, dan rubella dapat menyebabkan kehilangan pendengaran pada anak-anak. Jadi, vaksin MMR, vaksin meningitis, dan vaksin influenza penting karena dapat melindungi dari kondisi seperti meningitis serta infeksi pernapasan.
3. Atasi pilek dan alergi
Anak-anak sering menderita infeksi saluran pernapasan atas dan alergi, yang dapat menyebabkan komplikasi pendengaran. Infeksi, terutama saat telinga terkena, dapat menyebabkan kehilangan pendengaran sementara atau permanen. Jadi, pengobatan yang cepat dan pemeriksaan rutin dapat membantu mencegah masalah ini.
4. Perawatan prenatal
Perawatan prenatal yang tepat sangat penting untuk kesejahteraan anak. Jadi, penting untuk menjauhi zat berbahaya seperti rokok saat hamil, karena janin yang sedang tumbuh dapat terpengaruh. Jika Anda hamil, hindari zat berbahaya dan pastikan untuk melakukan pemeriksaan prenatal secara teratur untuk memantau perkembangan pendengaran bayi dan mengidentifikasi potensi risiko, seperti toksoplasmosis, sitomegalovirus, dan infeksi, yang dapat menyebabkan kehilangan pendengaran.
5. Dorong kebiasaan sehat
Pastikan anak Anda mempertahankan gaya hidup sehat, yang meliputi diet seimbang, olahraga teratur, dan hidrasi yang baik. Mereka dapat berkontribusi pada kesehatan yang baik secara keseluruhan, dan pada gilirannya, membantu mengurangi risiko gangguan pendengaran pada anak-anak.
6. Waspadai tanda-tanda gangguan pendengaran
Perhatikan perkembangan pendengaran anak Anda. Jika mereka menunjukkan tanda-tanda seperti keterlambatan bicara atau perkembangan bahasa, mengalami kesulitan mengikuti instruksi, sering meminta Anda untuk mengulang, dan menaikkan volume TV atau perangkat lain, mereka mungkin memiliki masalah dengan pendengaran.
7. Batasi waktu layar
Jika anak Anda menghabiskan banyak waktu menonton sesuatu di TV atau bermain game di layar, dorong mereka untuk terlibat dalam aktivitas luar ruangan. “Waktu layar yang berlebihan dapat menyebabkan masalah pendengaran,” kata Dr. Bhatia.
8. Berenang dengan aman
Berenang merupakan aktivitas yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, dan juga menyenangkan. Namun, untuk mencegah infeksi telinga, penting untuk mengeringkan telinga anak Anda secara menyeluruh setelah berenang.
Tes rutin, dan langkah-langkah yang dilakukan oleh orang tua dapat membantu mencegah masalah pendengaran pada anak-anak. Jika anak Anda mengeluhkan masalah pendengaran, penting untuk memeriksakannya ke dokter. (nano)
Tinggalkan Komentar