8 Alasan Mengapa Jeruk bali Bermanfaat untuk Kulit dan Usus Anda

Manfaat kesehatan jeruk bali. (Foto: Freepik)

Sukoharjonews.com – Jeruk bali, buah jeruk, kaya akan nutrisi penting yang baik untuk kulit, mata, dan kesehatan Anda secara keseluruhan. Kami akan memberi tahu Anda manfaat kesehatan jeruk bali.

Jeruk bali bisa terasa asam atau pahit-manis. Buah jeruk ini, yang berasal dari pulau Barbados, sebagian besar terdiri dari air. Jeruk bali tidak hanya memberikan hidrasi, tetapi juga vitamin dan mineral, menjadikannya buah yang sehat.

Dikutip dari Healthshots, Jumat (29/8/2025), jeruk bali biasanya tersedia dalam varietas merah muda dan merah, dan dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mendukung kesehatan kulit, dan bahkan dapat membantu menjaga resistensi insulin. Baca terus untuk mengetahui manfaat kesehatan jeruk bali, yang dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam menu makanan Anda.

Apa saja manfaat kesehatan jeruk bali?
Mengonsumsi jeruk bali mungkin baik karena memiliki banyak manfaat kesehatan:

1. Kesehatan usus
Jeruk bali memang tidak memiliki kadar serat yang sangat tinggi, namun tetap baik untuk usus Anda. Sekitar 100 gram jeruk bali mengandung hampir 2 gram serat, menurut Departemen Pertanian AS. Karena mengandung serat, jeruk bali dapat membantu mencegah sembelit dan meningkatkan bakteri baik dalam tubuh, kata ahli gizi Samreen Saniya.

2. Manajemen berat badan
Kandungan serat dalam jeruk bali juga berarti dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Jika Anda merasa kenyang lebih lama, Anda akan makan lebih sedikit, yang dapat membantu menurunkan berat badan, kata ahli tersebut.

3. Baik untuk hidrasi
Jeruk bali kaya akan air, yang dapat menjaga Anda tetap terhidrasi. Kira-kira, 100 gram jeruk bali mengandung 88,1 gram air, menurut USDA. Anda perlu terhidrasi agar tubuh Anda berfungsi dengan baik. Beberapa fungsinya antara lain memasok nutrisi ke sel-sel Anda, melindungi sendi dan organ, serta menjaga suhu tubuh Anda.

4. Baik untuk kulit
Jeruk bali mengandung vitamin C, yang melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari, kulit terbakar, peradangan, dan penuaan, kata Saniya. Anda bisa mendapatkan 31,2 mg vitamin C jika mengonsumsi 100 gram jeruk bali, menurut USDA.

5. Dapat meningkatkan kekebalan tubuh
Karena mengandung vitamin C yang baik, jeruk bali dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh yang pada gilirannya melindungi kita dari penyakit. Orang yang mengonsumsi vitamin C dapat pulih dari flu biasa lebih cepat daripada mereka yang tidak, menurut sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients.

6. Kesehatan mata
Beta-karoten yang terkandung dalam jeruk bali mungkin bermanfaat bagi mata Anda, kata ahli. Ini dapat membantu menjaga permukaan mata tetap lembap dan sehat. Jadi, Anda mungkin tidak perlu berurusan dengan masalah seperti mata kering.

7. Dapat mengurangi resistensi insulin
Partisipan yang mengonsumsi jeruk bali tiga kali sehari sebelum makan mengalami penurunan kadar insulin dan resistensi insulin, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi buah jeruk tersebut, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Medicinal Food pada tahun 2006. Kehadiran nutrisi seperti serat, vitamin C, dan A dalam jeruk bali dapat membantu menjaga resistensi insulin dan mencegah diabetes, kata ahli.

8. Dapat menurunkan risiko stroke iskemik
Buah jeruk seperti jeruk bali mengandung flavonoid, yang dapat menurunkan risiko stroke iskemik pada wanita, menurut American Heart Association. Stroke iskemik terjadi ketika suplai darah ke bagian otak berkurang atau tersumbat, sehingga mencegah jaringan otak menerima oksigen dan nutrisi.

Mengonsumsi jeruk bali secara teratur umumnya aman, tetapi harus menjadi bagian dari pola makan seimbang. Anda bisa mengonsumsi setengah buah jeruk bali per hari, kata pakar. Anda bisa mengonsumsinya sebagai camilan sebelum makan atau menikmatinya sebagai jus buah. Jeruk bali juga bisa ditambahkan ke salad buah dan jus segar.

Jeruk bali dan obat-obatan
Banyak obat resep dipecah atau dimetabolisme dengan bantuan enzim CYP3A4 di usus halus, kata pakar. Namun, jika Anda mengonsumsi terlalu banyak jeruk bali, hal itu dapat menghambat kerja CYP3A4. Jika ini terjadi, lebih banyak obat dapat masuk ke dalam darah dan bertahan di dalam tubuh untuk jangka waktu yang lebih lama. Misalnya, jika Anda mengonsumsi banyak jus jeruk bali atau mengonsumsinya secara berlebihan saat mengonsumsi obat penurun kolesterol, terlalu banyak obat tersebut dapat tertahan di dalam tubuh. Hal ini dapat meningkatkan risiko kerusakan hati.

Apa saja efek samping jeruk bali?
Sama seperti manfaatnya, jeruk bali juga memiliki beberapa efek samping:

– Jeruk bali dapat memengaruhi metabolisme obat dan mengurangi efek obat
– Jeruk bali mengandung kalium yang tinggi, sehingga penderita penyakit ginjal mungkin tidak dapat menyaring kelebihan kalium.
– Jeruk bali sangat asam, sehingga dapat memperburuk gejala sakit maag.

Mengonsumsi jeruk bali memang bermanfaat, tetapi penderita gangguan lambung sebaiknya menghindari buah jeruk ini. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar