7 Tips Mengambil Foto Agar Hasilnya Aesthetic

Tips mengambil foto agar aestetik. (Foto: Zerolens Learn)

Sukoharjonews.com – Zaman sekarang banyak sekali orang yang mengedepankan struktur keindahan dalam foto yang diambilnya, namun di samping itu banyak juga yang kesulitan dalam proses pengambilan gambar yang hasilnya menjadi tidak sesuai ekspektasi. Hal itu disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, keterampilan, atau keduanya dalam hal mengambil gambar estetis.

Dilansir dari Zerolens Learn, Kamis (4/1/2024) hal ini dapat dengan mudah diatasi dengan memperhatikan beberapa panduan yang sederhana dan mudah diikuti untuk mengambil gambar dengan aesthetic berikut ini:

1. Gunakan Cahaya Alami
Hal ini adalah salah satu yang paling penting dalam hal foto. Pencahayaan dapat membuat satu gambar menjadi sebuah mahakarya atau bahkan gagal total. Dalam banyak kasus, flash dapat menurunkan saturasi warna.
Terkait cahaya alami, pengambilan gambar terbaik yang diambil adalah sekitar jam 9 pagi atau sekitar golden hour, saat matahari terbenam. Kedua waktu ini, meskipun dengan cara yang berbeda, menghasilkan warna yang maksimal, dapat menghasilkan gambar yang hangat dengan warna madu dan cerah di malam hari, atau untuk gambar yang penuh warna dan “segar” di pagi hari. Atau singkatnya, gambar pagi penuh warna, gambar sore hari cerah.

2. Tentukan Tema
Sebagian besar pembuat konten sukses di platform seperti Instagram dan Pinterest tetap menggunakan satu tema dalam cara mereka mengambil gambar, misalnya. penuh warna, gelap, pink, dan yang lainnya. Tema atau konsep dari foto itu sendiri adalah salah satu aturan yang tidak tertulis tentang cara pengambilan foto aesthetic, tema bisa ditentukan sendiri misalnya tema 80an, 2000an, maupun tema futuristik tergantung dari foto yang diambil.

3. Sedikit Disunting
Mengedit mungkin adalah salah satu hal favorit dalam hal foto estetika. Seperti yang telah disebutkan, tema berkaitan erat dengan foto. Dengan kata lain, mengeditnya dengan cara yang sama adalah suatu keharusan. Berikut adalah contoh bagus tentang kekuatan pengeditan:

Memberikan sedikit warna, eksposur dan pencahayaan akan memberikan hasil yang diinginkan. Hal ini dapat membuat foto gelap sederhana dengan warna lembut menjadi foto yang berwarna hangat. Sedangkan saturasi adalah dapat membuat warna menonjol atau menjadi hambar. Mempertajam gambar memberikan ilusi bahwa seolah-olah sedang menggunakan kamera profesional, padahal kenyataannya mungkin hanya menggunakan ponsel pintar sederhana tanpa banyak fitur.

4. Perhatikan Angle
Sama seperti pencahayaan, angle atau sudut pengambilan foto adalah faktor kunci dalam mengambil gambar yang estetis. Sebuah angle dapat memberikan sudut pandang yang berbeda. Misalnya angle dari bawah atau dari atas

5. Grain
Jika menyukai fotografi jadul seperti gaya kamera tahun 90an, maka pasti menyukai foto dengan gaya grain. Kombinasi saturasi dan butiran atau pencahayaan dan butiran yang lebih gelap dapat dipilih ketika ingin menghasilkan foto dengan gaya ini.

6. Detail
Detail secara langsung mempengaruhi tingkat estetika yang ingin dicapai, mulai dari cara berpakaian hingga tempat mengambil gambar. Jika ingin mencoba membuat potret estetis, hal yang harus dipertimbangkan adalah perilaku, gaya, lingkungan sekitar, dan hampir semua detail kecil yang dapat dipikirkan, benar-benar harus mempertimbangkan pesan seperti apa yang ingin disampaikan oleh perasaan saat mengambil foto

7. Jelajahi Fitur Kamera
Tidak masalah apakah sedang menggunakan kamera profesional atau ponsel biasa. Pengambilan foto yang aesthetic dapat menggunakan ponsel biasa, namun sebelumnya harus mengenal fitur-fitur kamera terlebih dahulu. Hanya dengan menjelajahi beberapa pengaturan ponsel, dapat membuat foto yang aesthetic tanpa perlu pengeditan tambahan.

Kesimpulannya, untuk mencapai kesan estetis pada foto, haruslah mencoba bermain-main dengan sudut, mengedit, berpegang pada tema, bermain dengan warna, dan percaya diri dengan karya seni sendiri.(Wisnu-Mg3/cita)

Tinggalkan Komentar