Sukoharjonews.com – Menggabungkan makanan super sehat dalam diet Anda saja tidak cukup. Anda perlu memasukkannya dengan cara yang tepat untuk mendapatkan manfaatnya. Berikut adalah 5 makanan yang selama ini Anda konsumsi dengan cara salah.
Makanan super telah lama menjadi pahlawan super di piring kita, datang menyelamatkan hari dengan manfaat kesehatannya yang luar biasa. Tapi, tunggu sebentar! Apakah Anda yakin telah memberikan perlakuan istimewa yang layak mereka dapatkan? Ternyata, makanan-makanan kaya nutrisi ini mungkin merasa sedikit kurang dihargai akhir-akhir ini. Sebagaimana pentingnya memiliki kebiasaan makan sehat untuk menjaga kebugaran atau menurunkan berat badan jika itu tujuan Anda, penting juga untuk mengonsumsi makanan dengan cara yang benar. Mari kita jelajahi lima makanan super populer yang selama ini Anda konsumsi dengan cara yang salah.
Dikutip dari Healthshots, Kamis (8/1/2026), dalam hal menjaga pola makan sehat, makanan super telah menjadi pusat perhatian karena berbagai manfaat kesehatannya. Makanan-makanan kaya nutrisi ini dikemas dengan vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat meningkatkan kesejahteraan Anda. Namun, ini bukan hanya tentang memasukkan makanan super ini ke dalam diet Anda, tetapi juga memahami cara memaksimalkan nilai gizinya.
Berikut adalah 5 makanan super yang selama ini Anda konsumsi dengan cara yang salah:
1. Almond
Almond adalah pilihan camilan populer, tetapi tahukah Anda bahwa merendamnya dapat meningkatkan daya cerna dan penyerapan nutrisinya? Merendam almond dalam air semalaman mengaktifkan enzim yang membantu memecah asam fitat, senyawa yang menghambat penyerapan nutrisi. Proses ini dapat meningkatkan ketersediaan mineral penting seperti seng dan magnesium.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Food Science juga menemukan bahwa merendam almond selama 12 jam meningkatkan ketersediaan nutrisi tertentu, termasuk vitamin E dan magnesium. Nikmati almond yang direndam sebagai camilan lezat dan bergizi atau masukkan ke dalam rutinitas sarapan Anda.
2. Quinoa
Quinoa telah mendapatkan popularitas yang sangat besar sebagai alternatif bebas gluten untuk biji-bijian. Namun, banyak orang melewatkan langkah penting sebelum memasaknya—membilas. Quinoa secara alami mengandung lapisan pahit yang disebut saponin, yang dapat memengaruhi rasa dan pencernaan.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of the Science of Food and Agriculture, merendam quinoa dalam waktu singkat (15 menit) secara efektif menghilangkan saponin dan meningkatkan kualitas sensorik keseluruhan quinoa yang dimasak. Langkah sederhana ini akan memastikan rasa yang lebih lembut dan membuat quinoa lebih nikmat untuk dikonsumsi.
3. Apel
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan bahwa kulit apel mengandung serat makanan, antioksidan, dan senyawa bermanfaat lainnya yang berkontribusi pada kesehatan secara keseluruhan.
Studi tersebut menekankan pentingnya mengonsumsi apel dengan kulitnya yang masih utuh untuk memaksimalkan manfaat kesehatannya. Sebagian besar nilai gizi apel terletak pada kulitnya, jadi daripada mengupasnya, cuci apel secara menyeluruh dan nikmati dengan kulitnya yang masih utuh.
4. Brokoli
Brokoli paling baik dikonsumsi dengan cara dikukus daripada digoreng, dipanggang, atau direbus. Mengukus membantu mempertahankan jumlah nutrisi maksimal, termasuk vitamin C, folat, dan antioksidan. Memasak brokoli terlalu lama dapat menyebabkan hilangnya nutrisi, jadi usahakan teksturnya renyah dan empuk saat mengukusnya.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan bahwa mengukus brokoli dalam waktu singkat (5 menit) mempertahankan kadar vitamin C dan antioksidan lainnya yang tertinggi, sementara merebus dan menggoreng mengakibatkan hilangnya senyawa bermanfaat ini secara signifikan.
5. Kacang-kacangan
Meskipun kacang-kacangan kalengan menawarkan kemudahan, sebaiknya dihindari sebisa mungkin. Kacang-kacangan kalengan sering mengandung tambahan garam dan pengawet. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Food Science menemukan bahwa kacang-kacangan kalengan mengandung kadar natrium yang lebih tinggi dibandingkan dengan kacang-kacangan kering. Pilihlah kacang-kacangan kering sebagai gantinya, yang membutuhkan perendaman dan pemasakan tetapi memberikan pilihan yang lebih sehat dan alami. Merendam kacang-kacangan kering semalaman mengurangi waktu memasak dan meningkatkan daya cerna.
Selalu gunakan kacang-kacangan mentah daripada yang kalengan. Gambar milik: Shutterstock
Jadi, silakan bereksperimen dengan metode ini, dan tingkatkan kebiasaan makan Anda ke tingkat nutrisi dan kesehatan yang baru! (nano)
Tinggalkan Komentar