Sukoharjonews.com – Kafein tak hanya ditemukan di dalam kopi. Namun, kafein juga ditemukan di beberapa makanan dan minuman, seperti teh, soda, dan cokelat.
Dilansir dari WebMD, Sabtu , (6/8/2023), kafein bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat, jantung, otot, dan sistem pusat yang mengontrol tekanan darah. Oleh karena itu, kafein banyak digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menambah energi bagi sebagian orang.
Meskipun kafein bermanfaat, apabila dikonsumsi secara berlebih, kafein bisa berdampak pada kesehatan yang berdampak pada sakit kepala dan nyeri dada.
Ada beberapa dampak yang bisa ditimbulkan dari konsumsi kafein berlebih. Berikut ini beberapa di antaranya:
1. Sakit kepala
Kafein adalah psikostimulan yang dapat merangsang sistem saraf pusat. Itulah sebabnya, mengapa beberapa orang tidak bisa lepas dari kebiasaannya minum-minuman berkafein seperti kopi dan teh sebelum memulai aktivitas.
Kendati demikian, apabila terlalu banyak mengonsumsi kafein, maka hal tersebut dapat menyebabkan sakit kepala bagi beberapa orang. Kafein dapat memicu apa yang dikenal sebagai “rebound kafein”. Di mana, setelah seseorang minum terlalu banyak kafein, mereka bisa saja mengalami gejala putus zat.
2. Kecemasan
Kafein dapat memengaruhi suasana hati seseorang. Asupan kafein dalam jumlah sedang dapat berkontribusi pada perasaan bahagia. Sementara, mengonsumsi dua hingga enam cangkir kafein dapat menimbulkan rasa cemas, seperti perasaan gelisah. Kendati demikian, beberapa penelitian menunjukkan, lima cangkir kafein sehari tidak berpengaruh pada kecemasan. Akan tetapi, pada studi lain menemukan bahwa perasaan tegang didapat setelah mengonsumsi dua atau tiga cangkir saja.
3. Kesulitan tidur
Saat dikonsumsi mendekati waktu tidur, kafein dapat menyebabkan gangguan tidur pada dosis sedang dan tinggi. Selain itu, mengonsumsi kafein sebelum tidur juga dapat mengurangi kuantitas dan kualitas tidur seseorang. Untuk itu, disarankan untuk tidak mengonsumsi kafein enam jam sebelum tidur. Namun, jika seseorang sudah terbiasa dan rutin mengonsumsi kafein, efeknya tidak akan mengganggu tidur dari waktu ke waktu. Tubuh nantinya dapat menyesuaikan diri dengan efek kafein dan membangun toleransi seiring berjalannya waktu.
4. Sering buang air kecil
Kafein bersifat diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine dan membuat seseorang sering buang air kecil. Kafein dapat meningkatkan aliran darah ke ginjal dan secara langsung memengaruhi kemampuannya untuk menyerap kembali garam dan air saat menyaring darah yang menyebabkan peningkatan urin di kandung kemih. Orang dengan kandung kemih yang terlalu aktif mungkin lebih rentan terhadap efek diuretik kafein. (patris)
Tinggalkan Komentar